Sabtu, 31 Desember 2011

BeLaJaR MeNeRImA kEnYaTaAn

Cara Menerima Kenyataan
Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.


Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang
dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung
menceritakan semua masalahnya.

Pak Tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu ia mengambil
segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil
segelas air.Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu
diaduknya perlahan.

"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua.
"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.
Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke
tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan
dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampainya disana,
Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dgn
sepotong kayu
ia mengaduknya.

"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk
air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar", sahut si pemuda.


"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua.

"Tidak" sahut pemuda itu.

Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata: "Anak muda, dengarkan
baik-baik.Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit
ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan
memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat
tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan
dari perasaan
tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan
kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan;
lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk
menampung setiap kepahitan itu."

Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung
segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah
laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan
merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."

Karena Hidup adalah sebuah pilihan. Mampukah kita jalani kehidupan
dengan baik sampai ajal kita menjelang?
Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik.

Jumat, 30 Desember 2011

KELUARGA

Mmmmmm.....
mY FaMiLy.. .. ..
 Orang yang selalu aku sayangi,orang yang selalu memberi motivasi di setiap perjuangan ku,orang yang selalu mendo'akan ku di setiap langkah ku mereka adalah keluarga ku.Di sebuah keluarga tentu nya ada so2k pejantan  tangguh yang selalu bekerja keras untuk istri dan anak2 nya yaitu se2orang yang hanya ku panggil ayah.Di keluarga ku juga ada perempuan cantik yang nggak kalah perjuangannya untuk keluarga yaitu se2orang yang hanya ku panggil ibu.Di keluarga ku ada lagi 2 orang pejantan tangguh,yang hanya ku panggil abang.

aAaHaAa.....
Jadi kami cuma 3 bersaudara...
anak pertama dari ayah dan ibu ku cowox nama nya ALFA ROMA RIO JUNATRA
anak kedua dari ayah dan ibu ku cowox lagi nama nya ONGKI ALEXANDER
anak ketiga dari ibu ku,,,,capa yea,,he he,,yea jelas aku lah nama ku LOLA MONIKA.
  iiiTuu Lh kLuArGa kCiL Qmii,
tP InSyAaLlAh mEmiLiKi kBaHaGiAn yAnG LuAs...
aMiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiN